Hipertensi Bisa Disebabkan Faktor Genetik dan Faktor Gaya Hidup

Kamis, 15 Oktober 2020, 13:01 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Jakarta, DelinewstvPerlu diketahui bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa disebabkan karena beberapa faktor. Tetapi, sebagian besar penyebabnya adalah genetik alias keturunan.

Menurut penjelasan dari dokter spesialis penyakit dalam (SpPD), Tunggul D Situmorang, bagi orang-orang yang menyadari bahwa dirinya punya risiko mengidap riwayat hipertensi harus mengatur makanan yang dikonsumsi. Selain mengurangi konsumsi garam, makanan yang membuat tubuh jadi gemuk dan menimbulkan obesitas sebaiknya dihindari. Sebab, kegemukan menimbulkan mengidap hipertensi.


"Kalau sudah tahu punya risiko, hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan," ujar Ketua Umum Indonesian Society of Hypertension (InaSH) ini dalam webinar, (14/10/2020).


Situmorang menghimbau, agar mengkonsumsi makanan-makanan berkadar rendah lemak untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Untuk makanan yang berkadar tinggi lemak dan kalori, ditambah gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini bisa memperparah risiko tekanan darah tinggi. Situmorang menegaskan, tindakan awal yang harus dilakukan yakni bagi orang yang mempunyai keturunan hipertensi adalah mengubah gaya hidup jadi lebih sehat.


"Baru setelah itu minum obat," ujarnya.



Pada dasarnya orang dengan usia di bawah 40 tahun memiliki kecenderungan untuk mengalami hipertensi pada masa lima tahun ke depan. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, masyarakat dengan usia di rentang 30 hingga 40 tahun memiliki tekanan darah normal-tinggi yang berisiko menjadi hipertensi pada lima tahun ke depan.

Meskipun hipertensi tidak bisa disembuhkan, namun hipertensi ini hanya dapat dikendalikan saja. Ketika seseorang meminum obat dan tekanan darahnya menjadi turun, itu adalah upaya pengendalian tekanan darah, bukan menjadikannya untuk sembuh. Untuk itu masyarakat juga diimbau untuk patuh dalam meminum obat agar tekanan darah terkendali dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan lain.


Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan kurang lebih 13,3 persen pasien Covid-19 dengan penyakit bawaan atau komorbid hipertensi atau tekanan darah tinggi meninggal dunia. Bahwa hipertensi menjadi faktor risiko paling tertinggi menyebabkan pasien Covid-19 meninggal dunia diikuti juga penyakit komorbid lainnya seperti diabetes, jantung koroner dan gagal ginjal. Dari 1.641 orang pasien Covid-19, penyakit penyerta paling banyaknya adalah hipertensi dengan jumlah mencapai 50,8 persen.



[red/rplbka.co.id]

TerPopuler