Ihwan Ritonga : Jangan Jadikan Pencairan PIP Ajang Pungli.

Rabu, 14 Oktober 2020, 06:22 WIB
Oleh Amsari


Medan, Delinewstv – Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Partai Gerindra H Ihwan Ritonga SE, meminta kepada pihak bank dan sekolah untuk mempermudah masyarakat penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ihwan menegaskan jangan ada upaya mempersulit pencairan tersebut apalagi sampai melakukan pungutan liar (pungli) terhadap siswa penerima bantuan.

"Jangan ada yang coba-coba melakukan kutipan liar terhadap siswa miskin. Pihak Bank jangan mempersulit dengan alasan syarat kurang lengkap. Kepala sekolah juga jangan sampai mempersulit rekomendasi apalagi mengharapkan imbalan,” tegas Ihwan Ritonga, Senin (12/10/2020)

Hal ini diketahui sambung Ihwan, setelah pihaknya membuka Posko pengaduan di rumah juang Partai Gerindra Jl SM Raja terkait keluhan siswa miskin kesulitan saat proses pencairan dana PIP. "Kita siap memfasilitasi pengaduan siswa miskin. Kita buka posko di rumah juang,” ucap Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu.

Ihwan juga menyebut, kepada Dinas Pendidikan Kota Medan supaya ikut mengawasi proses pencairan. Jika ada pihak kepala sekolah yang melakukan pungli maupun imbalan supaya ditindak tegas. "Berarti oknum Kepala Sekolahnya tidak manusiawi jika mengharapkan imbalan dari siswa miskin atas pencairan dana PIP tersebut,” pungkas Ihwan Ritonga.

Menurutnya lagi, pihaknya menerima pengaduan dari orang tua siswa karena anaknya yang mendapat bantuan PIP terkesan dipersulit saat proses pencairan. Mulai dari rekomendasi pihak Kepala Sekolah hingga persyaratan di Bank kesannya mempersulit.
"Pihak sekolah jangan sampai mengharapkan imbalan karena penerbitan rekomendasi,” pungkasnya.

Diketahui, saat ini masa pencairan bantuan PIP sedang berlangsung. Bagi siswa penerima PIP di tingkat SD menerima Rp 450 ribu per semester. Untuk SMP menerima Rp 750 ribu per semester sedangkan untuk tingkat SMA menerima Rp 1 juta per semester. Khusus SD dan SMP pendistribusiannya lewat Bank BRI dan tingkat SMA dari Bank BNI. 

Reporter : Amsari

TerPopuler