Ratusan Pendemo di Medan Diamankan Polisi, 3 Pelajar Positif dan 3 Mahasiswa Reaktif

Jumat, 09 Oktober 2020, 15:07 WIB
Oleh Bern

 


Delinewstv ‖ Medan – Petugas mengamankan tiga pendemo yang merusak Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Sumatera Utara pada Kamis, 8 Oktober 2020.

 

Ketiganya berstatus pelajar SMA, masing-masing inisial D(18), K(17) dan H(18). Mereka masing-masing warga domisili Medan Helvetia dan Medan Amplas. Ironisnya dari hasil tes urine, positif mengandung amphetamine.  

 

Mereka ditangkap bersamaan dengan ratusan pendemo lainnya. Namun, mereka mengaku tidak melakukan aksi pengerusakan atau melempari petugas kepolisian, serta membantah menerima bayaran.

 

Polisi membenarkan menangkap tiga pelajar dan urine mereka positif mengandung amphetamine. "Mereka akan diproses lebih lanjut di Satuan Narkoba Polrestabes Medan. Berbeda dengan pendemo lainnya," kata petugas kepolisian, Irwanta Sembiring.

 

Kepada awak media, ketiga pelajar itu membantah mengkomsumsi narkoba dan heran kenapa ditangkap. "Kami baru datang, bang. Saya juga tidak tahu mengapa urine saya positif. Padahal saya tidak ada memakai narkoba, saya hanya merokok dikasih kawan," kata K.

 

Tidak hanya itu, dari ratusan pendemo mahasiswa, tiga diantaranya reaktif.

 

"177 orang kami amankan, mereka masih dalam pemeriksaan untuk proses lebih lanjut, "kata KapolrestabesMedan,Kombes Pol Riko Sunarko. Tiga diantaranya dari hasil cek kesehatan reaktif, “sambungnya.

 

Aksi turun ke jalan dilakukan karena menolak keputusan DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-undang Omnibus Law menjadi undang-undang. Massa merasa pemerintah tidak pro kepada rakyat.

 

Riko juga menambahkan, mereka yang reaktif akan diberikan perawatan sesuai dengan protokol kesehatan. Sedangkan yang lainnya dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk proses lebih lanjut," ungkapnya.

 

Terpisah, Sekretaris DPRD Sumut Afifi Lubis membenarkan bahwa gedung dewan rusak karena terkena lemparan batu.

 

"Biasalah, kalau demo massa yang kesal selalu melempari gedung dan kaca menjadi pecah. Nanti akan segera kami perbaiki. Kami berharap massa demo dengan tertib dan jangan melanggar hukum," katanya.


Informasi yang berhasil dihimpun Delinewstv, hingga berita ini diturunkan polisi telah mengamankan 243 pendemo. 16 orang diantaranya di bawah umur. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Satu diantaranya membawa sebilah kelewang, dua lagi terlibat pembakaran mobil Wakarumkit di Jalan Sekip.

 

Sementara 38 personel kepolisian terluka, 4 kenderaan rusak (3 mobil polisi jenis bus, inova dan terano. 1 mobil plat merah milik Pemko).

 

Untuk sisanya, masih dilakukan pemeriksaan di Polda Sumatera Utara. (Red) 

TerPopuler