RUU Ciptaker Harus Dibahas Hati-Hati dan Teliti

Rabu, 07 Oktober 2020, 14:52 WIB
Oleh Gugun Marpaung

Jakarta, DelinewstvSoal UU Ciptaker, dari Ekonom senior INDEF, Dradjad Wibowo berpendapat, apakah kalangan pemerintah yang menyiapkan RUU Ciptaker, dan pihak DPR yang menyetujuinya tanpa meneliti mendalam? Bahwa mereka itu sedang berjudi dengan nasib rakyat Indonesia. Bukan hanya nasib rakyat indonesia saat ini, tapi juga nasib generasi masa depan rakyat Indonesia.

Masih penjelasan Wibowo, yang juga bergerak di bidang kelestarian hutan, beliau merasa kelestarian menjadi salah satu yang mereka perjudikan. "Hemat saya, judinya justru sangat merugikan generasi sekarang, generasi milenial dan generasi akan datang,” kata Ketua Umum IFCC dan anggota Dewan PEFC Jenewa tersebut, (07/10/2020).


Adapun para investor dunia yang peduli kelestarian, kata Wibowo, akan lari. Kalaupun ada yang datang, itu adalah investor abal atau malah senang merusak lingkungan.  "Jika tidak hati-hati, produk ekspor andalan Indonesia bisa semakin diboikot dunia. Kampanye negatif terhadap Indonesia bisa semakin gencar,” ujarnya.


Sebelumnya, Indonesia sudah pernah mengalami hal seperti ini. Dijelaskannya, sekitar 10 tahun lalu ekspor pulp and kertas Indonesia diboikot oleh konglomerat dunia. Mulai dari Xerox, Danone, Mattel dan banyak lagi yang memboikot.


Oleh sebab itu yang membuat Wibowo mendirikan IFCC dan menjadi anggota Dewan PEFC yang berbasis di Jenewa. Bertujuan untuk menjamin agar hutan Indonesia dikelola lestari, dan ekspor Indonesia pulih. Ahamdulillah akhirnya ekspor pulp dan kertas pulih, malah naik 1 milyar dolar AS lebih dibanding sebelum boikot.


Menurut Wibowo, minyak sawit yang banyak terkena boikot. Indonesia masih belum berhasil membalikkan imej dunia bahwa sawit itu perusak lingkungan. "Saya khawatir UU Ciptaker akan memperburuk imej tersebut. Bukan tidak mungkin nanti ada lagi produk Indonesia yang diboikot, entah karena isu kelestarian, hak asasi manusia, hak pekerja dan sebagainya,” ujarnya.


Dipandang dari sisi ekspor. Menurut Wibowo, hal yang lebih berat lagi adalah dari sisi risiko bencana alam, hilangnya potensi biodiversitas termasuk potensi bahan baku obat-obatan, hingga perubahan iklim.


Sebaiknya RUU dengan dampak yang luar biasa seperti RUU Ciptaker ini dibahas hati-hati dan teliti. Konsultasikan seluas mungkin dengan masyarakat. Dengan demikian, ujar Wibowo, Indonesia akan punya UU yang memang terbaik bagi Indonesia.


"Bukan dikebut seperti ini, sementara RUU nya tebal sekali. Saya pernah jadi anggota DPR sehingga lumayan tahu bagaimana pembahasan RUU itu.  Jujur saya tidak tahu lagi bagaimana cara mengingatkan mereka,” papar mantan anggota DPR Fraksi PAN tersebut.



[red/rplbka.co.id]

TerPopuler