Medan Terendam, 6 Dinyatakan Hilang, 1 Diantaranya Balita dan 2 Meninggal

Kota Medan Terendam - Delinewstv.com (BPBD Kota Medan)

DELINEWSTV | Medan – Dampak intensitas hujan yang sangat tinggi pada Kamis malam, 3 Desember 2020, sekira pukul 21:00 WIB merendam Kota Medan.

Informasi terhimpun data BPBD Kota Medan menyebutkan, sedikitnya 7 Kecamatan dan 13 Kelurahan terendam air yang diperkirakan hingga mencapai setinggi dada orang dewasa.

Manajer Pusdalops BPBD Kota Medan, Drs. Noerly melalui pesan whatsapp grup menyebutkan debit air yang cukup besar dari hulu yang mengakibatkan kenaikan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) di beberapa ruas sungai di Kota Medan. antara lain sungai Sunggal, sungai Deli, sungai Babura dan sungai Denai.

TRC BPBD Kota Medan lakukan evakuasi korban

“Kondisi diperparah dengan hujan lebat pada pukul 22.30 Wib hingga dini hari sehingga mengakibatkan ketinggian TMA-DAS mengalami kenaikan 3 s/d 5 Meter,”kata Noerly, Jum’at (4/12), sekira 11:43 WIB.

Ribuan rumah terendam, akibat kenaikan aliran sungai yang berdampak di Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah dan Medan Polonia.

TRC BPBD Kota Medan lakukan evakuasi korban

Menurut data BPBD Kota Medan mencatat, 1.773 rumah terendam banjir di 7 Kecamatan dan 13 Kelurahan, dan terdapat 1983 KK dan 5.965 jiwa.

“Hingga saat ini, TRC BPBD Kota Medan sudah melakukan beberapa evakuasi di beberapa tempat di Kota Medan antara lain : Kec. Medan Johor, Kec. Medan Maimun, Kec. Medan Sunggal dan Kec. Medan Tuntungan,”urai Noerly.

“Sebanyak 181 jiwa sudah berhasil dievakuasi dengan rincian, anak-anak 50 jiwa, balita 38 jiwa, dewasa 67 jiwa, dan lansia 26 jiwa,”sambungnya.

Pantauan di lokasi, hingga berita ini diturunkan, belum ada menunjukkan tanda-tanda penurunan debit air.

Banjir merendam kawasan Sunggal DS

BPBD Kota Medan juga mencatat, 6 orang dinyatakan hilang, di antaranya 5 dewasa dan 1 balita. Dan pagi ini berhasil ditemukan 2 orang dewasa dalam keadaan meninggal dunia  karena terseret arus banjir.

“Evakuasi terus dilakukan, posko-posko bencana pun telah kita tempatkan, “pungkas Noerly.

(red)

Hot News