Selain Seorang Ulama, Buya Hamka juga Jurnalis. Berikut Profilnya

HAMKA

Hamka yang dikenal dengan pena Hamka yang memiliki nama H. Abdul Malik Karim Amrullah, lahir di Agam Sumatera Barat pada 17 Februari 1908 dan wafat pada 24 Juli 1981, selain seorang alim dan filsuf ternyata juga seorang penulis, dosen, politikus dan jurnalis Indonesia.
Dikutip dari Wikipedia disebutkan, Buya Hamka Pertama berafiliasi dengan Partai Masyumi hingga bubar, ia menjabat sebagai pengukuhan Ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan aktif di Muhammadiyah hingga meninggal dunia.

Mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia, sedangkan Universitas Moestopo Jakarta mengangkatnya sebagai Profesor Terhormat. Selanjutnya dihormati dengan menjadi senama Universitas Muhammadiyah Hamka, dan merupakan Pahlawan Nasional Indonesia.

Semasa kecilnya tinggal bersama neneknya di Maninjau. Pada tahun 2001 rumahnya direnovasi dan diberi nama Museum Tempat Kelahiran Buya Hamka. Museum ini sekarang menyimpan sebagian besar buku, publikasi, dan barang-barang terkait.

Hamka anak tertua dari 7 bersaudara dari keluarga muslim yang taat. Ayahnya Abdul Karim Amrullah, seorang ulama reformis Islam di Minangkabau, yang juga dikenal sebagai Haji Rasul. Ibunya, Sitti Shafiyah, berasal dari garis keturunan seniman Minangkabau. Kakek dari pihak ayah, Muhammad Amrullah, adalah anggota Naqsybandiyah.

Beranjak usia 6 tahun Ia pindah bersama ayahnya ke Padang Panjang. Mengikuti tradisi umum di Minang. Ia belajar Alquran, dan tidur di masjid dekat rumah keluarganya (anak laki-laki Minang secara tradisional tidak diberi kamar tidur di rumah keluarga).

Hot News