David Roni : Pemko Medan Harus Bawa Keranah Hukum Perusak Bangunan di Daerah Cagar Budaya

 

Medan – DELINEWSTV : Berdirinya gedung baru di atas bangunan lama di daerah cagar budaya, yang diketahui tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih berlanjut dan sudah hampir rampung pengerjaannya.

Dimana masyarakat terus mempertanyakan nyali Pemerintah Kota Medan, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di dalamnya, yang belum melakukan penindakan atas keberadaan bangunan baru yang melanggar Undang-Undang Cagar Budaya, No.11 Tahun 2010 dan Perda No.2 Tahun 2012 Tentang Perlindungan dan Pelestarian bangunan dan Cagar Budaya.

Hal ini kembali dipertanyakan oleh anggota DPRD kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE. Karena pemerintah kota Medan tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam hal ini Dinas Kebudayaan Kota Medan, yang bertugas memelihara dan menjaga bangunan-bangunan bersejarah termasuk Cagar Budaya. Termasuk Satpol PP kota Medan sebagai penegak Perda, juga dinilai tidak mampu melaksanakan tugasnya.

“Kita sayangkan sekali, hal ini merupakan bukti ketidak seriusan Pemko Medan untuk menjaga serta memelihara peninggalan bersejarah, yang masuk di daerah Cagar Budaya. Pemko Medan juga di mata masyarakat tidak bernyali untuk menindak bangunan yang didirikan tidak memiliki IMB dengan meruntuhkan bangunan lama yang sudah berusia diatas 50 tahunan tersebut,” katanya pada wartawan, Rabu 17 Febuari 2021.

Anggota Dewan dari Dapil IV kota Medan ini kembali mempertanyakan, kenapa kabar tentang penindakan bangunan baru yang terletak di Jalan Ahmad Yani VII ini juga meredup.  “Ada Apa ini?,” tanya David heran.

David berharap, Pemko Medan bersama OPD terkait dan Komisi IV DPRD Kota Medan segera membahas kembali masalah ini, dan tidak melakukan pembiaran. Apalagi diketahui bangunan yang telah menyalah itu sudah hampir rampung pengerjaan nya.

“Kasus seperti ini banyak ditemukan di lapangan, bangunan berdiri tanpa IMB. Mirisnya, pihak Satpol PP Kota Medan seolah tidak mampu melakukan tugas nya selaku penegakkan perda, padahal sudah diketahui menyalah. Saya akan setuju sekali jika Kasatpol PP Kota Medan, M.Sofyan di ganti saja,” katusnya.

Pemko Medan, lanjut David, harus  segera membawa persoalan ini keranah hukum.
Diketahui bangunan itu secara terang-terangan telah melakukan pengrusakan dan penghancuran terhadap bangunan yang berusia di atas 50 tahun lebih, dan masuk ke dalam wilayah Cagar Budaya.

“Hal ini harus dijadikan contoh bagi yang lain. Sebab, saat ini tidak ada yang kebal di mata hukum kalau jelas bersalah. Karena negara ini adalah negara hukum. Apakah Pemko Medan mau diatur oleh oknum yang merusak tatanan kota Medan dan di kenal memiliki banyak bangunan bersejarah yang di miliki baik pribadi, yayasan termasuk Pemko sendiri,” terang David Roni  Sinaga.

Sebelumnya, Walikota defenitif Kota Medan, Ir Ahkyar Nasution usai pelantikan dirinya sebagai Walikota Medan di rumah dinas Gubernur beberapa waktu lalu kepada wartawan sempat mengatakan, akan menindaklanjuti persoalan ini, namun dipelajari terlebih dahulu pokok permasalahan tersebut.

“Namun sayangnya, sampai masa jabatannya berakhir Selasa (16/2/2021) kemarin, tidak ada satupun tindak lanjut yang dilakukan Akhyar. Miris sekali melihatnya,” pungkas

Reporter : Amsari

 

Hot News