Camat Medan Area, Hendra Asmilan,S.Ip,. M.Ap,. : Isu dan Polemik Itu Hal Biasa, Intinya Kita Akan Berusaha Memberikan yang Terbaik Untuk Masyarakat

Dalam sebuah pemerintahan, isu dan polemik adalah hal yang wajar menerpa sebuah kepemimpinan.

Begitu juga yang saat ini terjadi di pemerintahan kecamatan Medan area,mulai dari pemilihan Kepling hingga pembagian bansos yang tidak tepat sasaran menjadi isu hangat yang saat ini beredar di tengah masyarakat kecamatan Medan area.

Menanggapi isu tersebut, awak media ini mencoba bersilaturahmi guna mengkonfirmasi mengenai isi hangat tersebut.Silaturahmi awak media dengan Camat Kecamatan Medan area pada Selasa (24/8/2021) di kantor kecamatan.

Dalam kesempatan itu , Camat Medan area Hendra Asmilan SIP. MAP menjelaskan bahwa semua isu yang beredar adalah hal wajar,karna setiap masyarakat berhak mengetahui kebenaran berita yang ada,pungkas nya.

Ia juga mengatakan bahwa pemilihan kepala lingkungan yang ada di bawah kepemimpinannya adalah sudah sesuai dengan peraturan Wali Kota Medan no 21 tahun 2021 tentang pedoman pengangkatan dan pemberhentian Kepala lingkungan di kota Medan.

Kepala lingkungan itu adalah perpanjangan tangan dari lurah.nah jadi setiap kepala lingkungan yang di pilih oleh lurah,maka akan di pertanggung jawabkan oleh lurah yang memilihnya,ucap pria yang akrab di panggil bang Hendra ini.

Setelah kepala lingkungan di pilih dan di tetapkan sebagai kepala lingkungan, maka bukan serta Merta akan menghabiskan masa jabatannya, ia akan menjalani masa evaluasi setiap tri Wulan,tandas pak camat.

Selain itu, kepala lingkungan memang hendaknya di pilih dari warga yang tinggal di daerah lingkungan yang akan ia pimpin, namun semua itu kembali kepada lurah nya, jika lurah menganggap ada orang yang mampu memimpin lingkungan A meskipun ia tidak berasal dari lingkungan A yg akan di pimpinnya,itu tidak masalah,yang penting maksimal ia tinggal di kecamatan yg sama dengan lingkungan yang akan di pimpinnya,semua itu akan tetap di evaluasi dan menjadi pertanggung jawaban lurah,ucapnya.

Mengenai isu bansos yang tidak tepat sasaran, kami pihak kecamatan akan cek dan kroschek mengenai kebenarannya, kalau memang terjadi maka kami akan evaluasi ulang data penerima bansos agar ke depan bisa lebih tepat sasaran,tutupnya. ( 021/DNN )