Pengecetan Pesawat RI-1 Menuai Kritik, Ini Kata Jubir Demokrat

DNN | Jakarta – Koordinator Juru Bicara Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, heran dengan pengecatan pesawat di masa COVID-19 yang kasusnya masih tinggi.

Pengecatan pesawat dan Heli Super Puma Kepresidenanpun menuai kritik luas.

“Pemerintah sebenarnya menganggap penanganan pandemi COVID-19 ini prioritas atau tidak, ya? Apakah pemerintah punya road map yang jelas dalam penanganan pandemi ini, atau tidak?,” kata Herzaky, Selasa (3/8), dilansir dari Kumparan.

“Apakah penting dan prioritas mengecat pesawat kepresidenan saat ini? Apakah kalau tidak dicat saat ini, membahayakan nyawa presiden saat memakai?,” sambung Herzaky.

Herzaky merasa bingung mengapa pemerintah tak menggunakan anggaran cat pesawat itu untuk menambah stok oksigen hingga vaksin daripada mengecat ulang pesawat. Dia berharap seluruh anggaran dapat difokuskan untuk penanganan corona.

“Pemerintah kan anggarannya terbatas. Utangnya juga luar biasa. Daripada buat cat pesawat, lebih baik uang miliaran itu dipakai buat nambah stok oksigen, stok vaksin gratis, bahkan insentif untuk nakes yang tertunda terus pembayarannya. Jangan sibuk buat proyek-proyek yang tidak ada kaitan dengan penanganan pandemi saat ini,” kritik dia.

Jika anggaran pengecatan dianggarkan sejak tahun 2019, menurut dia, semakin menunjukkan pemerintah tidak memiliki prioritas dan roadmap yang jelas dalam menangani COVID-19.