PAD Meningkat Drastis, Program E-Parking Bobby Nasution Dinilai Berhasil

 

Medan – DNN: Kebijakan Wali Kota Medan Bobby Nasution menerapkan E-Parking sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbukti berhasil. Indikasinya cukup kuat, telah  terjadi kenaikan pendapatan hingga 150 persen atau mencapai Rp.200 juta. Hal ini didapatkan usai diberlakukannya E-Parking di 22 titik lokasi parkir tepi jalan, sejak 18 Oktober lalu. Langkah ini juga sejalan dengan upaya Bobby Nasution mencegah kebocoran PAD dari sektor perparkiran.

Menurut Bobby, diberlakukannya E-Parking tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal dan kenyamanan kepada pengguna jasa parkir. “Penetapan tarif dalam parkir elektronik di tepi jalan ini bersifat flat. Sistem pembayarannya juga bisa dilakukan menggunakan QRIS maupun uang elektronik,” katanya baru-baru ini.

Penerapan E-Parking ini juga mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hal ini terbukti ketika Bobby Nasution melakukan siaran langsung bersama salah satu stasiun televisi nasional di Jalan KH Zainul Arifin Medan, Jum’at (12/11) lalu. Saat tengah menyusuri trotoar bersama host, Bobby Nasution sempat mendatangi seorang warga yang baru memarkirkan mobilnya. Dengan cekatan, seorang juru parkir pun mendekat dan kemudian menagih retribusi parkir.

Di kesempatan tersebut, orang nomor satu di Pemko Medan itu langsung bertanya kepada warga, apakah sudah pernah melakukan pembayaran retribusi parkir secara elektronik. Ia pun mengaku belum pernah dan baru pertama kali melakukannya.

“Lalu Bobby Nasution pun bertanya, lebih suka membayar secara elektronik atau tunai. Dan masyarakat tersebut menjawab lebih senang membayarnya secara elektronik. Karena prosesnya cepat, juga mencegah juru parkir menaikkan tarif sesuka hati.

Bobby Nasution juga mengaku, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan berencana akan menambah titik lokasi penerapan E-Parking.

“Untuk mendukung kelancaran penerapannya, sosialisasi dan edukasi akan terus dilakukan kepada masyarakat. Sebab, perilaku dan kesiapan masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancarannya,” imbuhnya.

Kebijakan Bobby Nasution dalam menerapkan E-Parking dinilai baik oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU), Wahyu Ario Pratomo. Dengan E-Parking, segalanya jadi transparan, karena langsung ditransfer langsung ke kas daerah. Memang, bisa saja terjadi kebocoran, namun tingkat kebocorannya lebih kecil, dibandingkan kalau dipungut secara langsung atau metode konvensional.

“Retribusi parkir sebenarnya memiliki kontribusi besar bagi PAD Kota Medan, mengingat jumlah kenderaan di Kota Medan yang cukup banyak. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperoleh dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara, ada sekitar 275 ribu kenderaan yang terdaftar di UPT Samsat Kota Medan. Kondisi ini menunjukkan potensi PAD dari retribusi parkir cukup besar,” jelas Wahyu

Hanya saja lanjut Wahyu, selama ini karena dikutip secara konvensional, tidak ada transparansinya. Berapa sebenarnya secara riil penerimaan dari Retribusi Parkir. “Dengan E-Parking segalanya jadi transparan, karena uangnya langsung ditransfer ke kas daerah,” terangnya.

Ditambahkan FEB USU ini, dengan adanya E-Parking masyarakat lebih senang. Karena sudah jelas biaya parkir yang harus dibayar. Disamping itu, tidak perlu repot menyiapkan uang receh dua ribuan atau tiga ribuan, yang mungkin pada saat tertentu tidak dimiliki oleh masyarakat.

“Sehingga tak jarang masyarakat memberikan uang parkir yang lebih dari seharusnya. Dengan E-Parking, masyarakat menjadi terbantu karena membayar dengan transaksi non-tunai sudah menjadi gaya hidup yang baru dan sangat praktis,” pungkasnya.

Reporter: Amsari