Hasyim SE, Sosok Pimimpinan Legislatif Yang Santun dan Merakyat

Teks Foto Ketua DPRD Medan Hasyim, Se

Medan – DNN: Jabatan sebagai Ketua di lembaga Legislatif Kabupaten/Kota merupakan hal yang diinginkan oleh setiap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh partai yang ada di Indonesia.

Hasrat untuk menduduki posisi Ketua DPRD Kota Medan inilah yang tidak bisa terbendung oleh Hasyim, SE. Yang mana kedudukan tersebut, merupakan kesempatan pertama bagi warga etnis Tionghoa di kota Medan.

Dijelaskan Hasyim, sebenarnya orang dari etnis Tionghoa yang terjun ke dunia politik dan jadi pemimpin, bukan hal baru di kota Medan.

“Dimasa kolonial Belanda tahun 1911, sosok Tjong A Fie dan abangnya Tjong Yong Hian pernah didapuk menjadi Mayor (Pemimpin untuk komunitas orang Cina) di Kota Medan,” ucapnya kepada wartawan saat bicara santai di gedung DPRD Medan Jl. Kapten Maulana Lubis No 1, Senin (14/2/2022).

Teks foto bicara santai bersama Hasyim

Sekilas Hasyim menceritakan tentang riwayat hidupnya, bahwa dirinya juga memiliki nama Tionghoa, yaitu Huang Kien Lim. Dan Hasyim mengaku, Ia pernah menganyam pendidikan di Perguruan Islamiyah, Jalan Meranti, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah.

Dalam pendidikannya di sekolah tersebut, lanjutnya, nilai pelajarannya selalu teratas di banding teman-temannya yang beragama Islam. Bahkan dia mahir menulis huruf aksara Arab, sehingga menjadi perhatian Janibar (almarhum), Guru Agama Islamnya.

“SD dan SMP saya sekolah di sana (Perguruan Islamiyah). Nilai pendidikan agama Islam saya, lebih tinggi dari teman-teman sekelas,” kenang Hasyim.

Sebelum berkecimpung di dunia politik, sambung Hasyim, Ia hanyalah seorang karyawan pabrik yang memproduksi tepung Tapioka (ubi) milik saudaranya di kota Pematang Siantar.

Dirinya bekerja disana usai menamatkan pendidikan SMA-nya di St Thomas 1. Setahun bekerja guna mengumpulkan uang, Hasyim berhenti. Dia melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan.

“Waktu itu saya mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi,” urainya.

Setelah mendapat gelar S1, Hasyim kembali bekerja di pabrik tepung milik saudaranya itu. “Dua tahun lebih saya bekerja untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di bangku kuliah,” katanya.

Teks foto Hasyim bersama Walikota Medan Bobby Nasution

Sosok pimpinan dewan yang murah senyum ini menambahkan, setelah dua tahun bekerja, dan merasa uang yang ditabungnya cukup untuk modal usaha. Lalu dia memutuskan untuk berhenti bekerja dan mencoba mandiri.

“Saya membuka usaha menjual perlengkapan rumah tangga. Saya turun langsung jadi salesman,” beber Hasyim.

Pria kelahiran 2 Agustus 1967 ini mengaku, selama membuka usaha dirinya sering dibawa pakciknya (adik bapaknya), Alexander Toreh (Abeng), seorang politisi PDIP (dulu masih PDI). Sejak itu, dirinya mulai tertarik dengan dunia politik. Seiring usahanya mulai berkembang, terlebih-lebih di bidang penjualan alat-alat perlengkapan kantor (ATK).

Dengan perekonomiannya yang semangkin mapan, sosok pria pekerja keras ini langsung berkecimpung di dunia politik lewat Partai PDI-P. “PDIP satu-satunya partai yang saya kenal dan partai dimana saya bisa mengabdikan diri sebagai penyambung aspirasi masyarakat kecil,” terangnya.

Diketahui, dengan perahu PDI-P, sudah 2 kali meraih suara terbanyak Caleg DPRD Kota Medan. Dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Medan, selama dua periode, 2014-2019 dan 2019-2024

Ditambah lagi, sudah 3 kali duduk di lembaga legislatif. Selain itu, saat ini Hasyim SE, juga menduduki jabatan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan.

Keinginan untuk menjadi pimpinan DPRD tersebut, sebelumnya sudah cukup jelas disampaikan Hasyim.
“Kalau partai menghunjuk saya sebagai Ketua DPRD Medan Periode 2019-2024, tidak ada alasan untuk menolaknya,” ujarnya.

Dikutip dari pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Sumut terdahulu, sambung Hasyim, Japorman Saragih saat itu menjelaskan, bahwa partai berlambang banteng telah menunjuk dirinya yang akan menjadi Ketua DPRD Medan periode 2019-2024.

“Sosok tersebut adalah saudara Hasyim SE, menduduki posisi sebagai Ketua DPRD Kota Medan.
Dan Roby Barus sebagai Ketua Fraksi,” katanya menirukan ucapan Japorman.

Teks foto Hasyim didapuk menjadi Ketua DPRD Medan

Hasyim menyebut, mengawali karir politiknya, dirinya tidak pernah mengira bisa duduk di lembaga legislatif. Apalagi waktu itu, katanya, etnis Tionghoa masih asing di dunia perpolitikan. Terlebih-lebih di Kota Medan.

“Ternyata respon masyarakat Kota Medan akan kehadiran etnis Tionghoa di lembaga Legislatif sangat baik. Saya terpilih menjadi wakil rakyat periode 2009-2014,” bebernya.

Dengan memperoleh suara 4.000 lebih dari Dapil III yang waktu itu meliputi Kecamatan Medan Petisah, Medan Barat dan Medan Helvetia, Hasyim mengaku, menyosialisasikan dirinya bermodal pengalamannya sebagai sales.

“Saya memperkenalkan diri door to door. Hasilnya, sekali nyaleg langsung lolos. Perolehan suara saya lebih 4000,” tandasnya.

Pada Muscab PDIP Medan, lanjutnya, dipercaya menjabat sebagai bendahara. Waktu itu Henry Jhon Hutagalung sebagai Ketua dan Robi Barus sebagai sekretaris.

Dua tahun duduk di legislatif, karir Hasyim makin kinclong. Dia mendapat amanah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-P DPRD Medan, menggantikan Porman Naibaho.

Sama diketahui, pada Pemilu Legislatif 2014, Hasyim mencalonkan kembali dari Dapil I meliputi Medan Kota, Medan Amplas, Medan Denai dan Medan Area. Hasyim meraih suara tertinggi dari 50 anggota DPRD Medan dengan perolehan hampir 13.000 suara.

Teks foto Hasyim dan Keluarga

Lalu, suami dari Ny.Linda ini mencoba ikut maju menjadi ketua DPC PDIP Medan, pada Konfercab tahun 2015. Mayoritas PAC mendukung dan akhirnya Megawati mempercayakannya sebagai Ketua PDI-P Medan periode 2015-2020.

Karir politik Hasyim makin melejit. Dia terpilih kembali sebagai anggota Legislatif periode 2019-2024 dengan perolehan suara 16.000 lebih.

Ayah dari Jesslyn Wijaya dan Ricard Wijaya ini kembali menerangkan, lalu terjadi kebijakan DPP PDI-P mempercepat Konfercab, Konferda se Indonesia dan Kongres yang seharusnya tahun 2020 menjadi 2019. Dimana dirinya kembali dipercaya memimpin DPC PDIP Medan.

“Tak lama berselang, Megawati menurunkan SK menunjuk Hasyim menjadi Ketua DPRD Medan. Duduknya Hasyim menjadi Ketua DPRD Medan periode 2019-2024 memecahkan rekor sejarah di Kota Medan,” ucapannya dengan wajah sumringah.

Setahun duduk di tampuk teratas lembaga Legislatif, situasi bangsa berubah. Indonesia dihadapkan pada situasi yang memeras energi dan melorotkan sendi-sendi perekonomian. Badai pandemi Covid-19 memaksa bangsa ini harus bangkit dari keterpurukan.

“Sistem keuangan daerah (Pemko Medan) pun tersedot ke sana. Kita dihadapkan dengan wabah yang mematikan. Dampaknya program pembangunan yang sudah dicanangkan terpaksa berhenti sementara. Kebijakan refocusing anggaran terpangkas lebih dari separo guna memerangi wabah,” bilang Hasyim.

Teks foto Hasyim bersama rekan sejawat

Pria yang akrab dan santun kepada siapapun, terkhusus pada wartawan ini menyebut, setahun sudah bangsa ini meminimalisir wabah Covid-19. Beragam kebijakan sudah diambil. Misalnya memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga yang terdampak pandemi. Dan program-program bantuan lainnya dari pihak ketiga.

“Hasilnya cukup memuaskan. Bangsa ini mulai bangkit. Sistem perekonomian masyarakat mulai berjalan, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Pandemi ini, kata Hasyim, banyak menghambat program pembangunan. Termasuk juga program kerakyatan yang sudah dianggarkan.

“Meski begitu, DPRD Medan tetap mendahulukan program-program kerakyatan yang dinilai prioritas untuk dilaksanakan. Misalnya, menampung aspirasi masyarakat, lewat kegiatan Reses dan melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosperda) Kota Medan yang sudah dibentuk

“Seperti Perda Sistem Kesehatan Masyarakat, Perda tentang Pengelolaan Persampahan, Perda tentang Penanggulangan Kemiskinan dan lainnya. Ini prioritas yang harus dilaksanakan, sebagai bahan masukan untuk program-program lanjutan,” tegasnya.

Hasyim yang akrab dipanggil Ketua oleh rekan sejawatnya di DPRD Medan ini mengambil contoh, ketika pelaksanaan reses dewan baru-baru ini. Keluhan-keluhan masyarakat cukup banyak. Misalnya penanganan sampah, drainase tumpat, banjir, tentang kesehatan, infrastruktur jalan dan lainnya.

“Ini semua harus kita tampung untuk diselesaikan pihak eksekutif. Dan ini akan menjadi agenda pembangunan Kota Medan untuk anggaran berikutnya,” pungkas Hasyim.

Reporter: Amsari
Advetorial