Bencana Menjadi Sukacita, Gedung Baru GPI Apostolos Akhirnya Diresmikan

DNN | Medan – Gedung Gereja Penyebaran Injil (GPI Apostolos) di Jalan Serbaguna Ujung Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, yang sempat rubuh usai di terjang angin puting beliung, Rabu (16/02/2022) lalu akhirnya di resmikan.

Kembali terbangunnya rumah ibadah umat nasrani tersebut setelah salah satu pengusaha D. Sinambela, S.H., P. Sinambela, S.H., sebagai donatur sebelumnya mendapatkan informasi melalui pemberitaan di salah satu portal website berita tentang insiden bencana alam yang merubuhkan gereja tersebut.

“Bapak D. Sinambela menghubungi saya setelah mendapatkan informasi dari salah satu portal berita media online tentang rubuhnya gedung GPI Apostolos ini dan meminta saya untuk melakukan pengecekan lapangan tentang kebenaran informasi tersebut. Lewat itulah saya mencari dan mencoba berkomunikasi dengan bapak gembala sidang GPI Apostolos, Pdt. Taruli Sihombing, S.Th, M.Min dan menyepakati waktu untuk bertemu,” ungkap ibu R. Sinambela mewakili donatur dalam kata sambutannya di acara peresmian tersebut, Minggu (31/07/2022) sore.

Usai melakukan peninjauan, pihaknya langsung melakukan penandatanganan kontrak dan siap menjadi donatur pembangunan GPI Apostolos.

Sementara itu, Gembala Sidang GPI Apostolos, Pdt. Taruli Sihombing, S.Th, M.Min menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap para donatur dan menceritakan history singkat pembangunan gedung GPI Apostolos tersebut.

“Jadi, sejak tahun 2010 kami sudah mengusahai lahan ini dan berencana untuk membangun gereja. Pada tahun 2013 kami kembali menggelar doa di lahan ini untuk rencana pembangunan. Hingga akhirnya, tahun 2021 kami membentuk panitia pembangunan dan melakukan pemasangan pondasi. Hingga akhirnya naik tembok pada bulan 2022 dan tiba lah waktunya saat bencana alam puting beliung itu tiba. Perasaan saya sudah tidak enak sore itu saat saya sedang berada di gedung lama yang masih kami kontrak di Jalan Serbaguna depan. Benar saya, saat angin kencang hebat sebelum hujan saya khawatir dengan bangunan gereja ini. Setelah hujan reda, saya lah orang pertama yang menyaksikan rubuh nya bangunan gereja kami, rata dengan tanah,” ungkap Pdt. T. Sihombing di mimbar dengan mata berkaca-kaca.

Usai insiden tersebut, ia merasa terkejut karena penyebaran informasi melalui media Online dan medsos viral hingga membuat berbagai pihak datang untuk meninjau lokasi rubuhnya gedung GPI Apostolos itu.