Memahami Narcissistic Personality Disorder (NPD): Ciri-ciri, Penyebab, dan Penanganan

NPD

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik adalah kondisi kesehatan mental di mana seseorang memiliki rasa kepentingan diri yang berlebihan, kebutuhan mendalam untuk kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Meskipun terlihat sangat percaya diri, individu dengan NPD sering kali memiliki harga diri yang rapuh dan rentan terhadap kritik sekecil apapun. Artikel ini akan membahas secara umum mengenai NPD, termasuk ciri-ciri, penyebab, dan penanganannya.

Ciri-ciri Narcissistic Personality Disorder

Seseorang dengan NPD mungkin menunjukkan berbagai perilaku dan pola berpikir yang mencerminkan rasa superioritas dan kebutuhan konstan akan pujian. Beberapa ciri-ciri umum dari NPD antara lain:

BACA JUGA :

Menghadapi Narcissistic Personality Disorder (NPD) dalam Rumah Tangga: Ciri-ciri NPD pada Wanita

  1. Perasaan Kepentingan Diri yang Berlebihan: Orang dengan NPD sering kali merasa bahwa mereka lebih istimewa atau penting dibandingkan orang lain. Mereka mungkin membesar-besarkan pencapaian dan bakat mereka, dan mengharapkan pengakuan sebagai superior tanpa pencapaian yang sesuai.
  2. Fantasi tentang Kekuasaan dan Kesuksesan: Mereka sering kali terperangkap dalam fantasi tentang kesuksesan, kekuatan, kecerdasan, atau kecantikan yang sempurna. Ini menciptakan harapan yang tidak realistis dan perilaku yang sombong.
  3. Kebutuhan Akan Kekaguman yang Konstan: Individu dengan NPD membutuhkan kekaguman dan pujian terus-menerus. Mereka mungkin merasa tersinggung atau marah jika tidak mendapat perhatian atau pengakuan yang mereka harapkan.
  4. Kurangnya Empati: NPD sering kali ditandai dengan ketidakmampuan atau ketidakmauan untuk mengenali atau merasakan kebutuhan dan perasaan orang lain. Mereka cenderung memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan mereka sendiri.
    Eksploitasi Interpersonal: Orang dengan NPD sering kali memanipulasi atau memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, tanpa memperhatikan kebutuhan atau perasaan orang lain.
  5. Arrogansi dan Sikap Sombong: Mereka sering kali menunjukkan sikap arogan, sombong, atau merendahkan orang lain. Mereka mungkin merasa bahwa hanya orang-orang tertentu yang dapat memahami mereka atau layak bergaul dengan mereka.